TERNATE – Walikota Ternate M. Tauhid Soleman didesak segera mencopot Rus’an M. Nur dari Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Ternate.
Hal ini menyusul sikapnya yang mulai melunak dan tidak tegas menindak bangunan Villa Lago Montana yang berdiri di kawasan lindung Danau Ngade.
Pemerintah Kota Ternate dinilai mulai membiarkan keberadaan bangunan yang secara jelas melanggar aturan tata ruang dan merusak kawasan perlindungan sumber daya air tersebut.
Kepala dinas PUPR Rus’an diketahui mulai menutup diri dan sulit dihubungi. Upaya konfirmasi yang dilakukan selama dua hari terakhir tidak mendapatkan tanggapan, padahal di lapangan tidak terlihat adanya langkah tindak lanjut nyata sesuai aturan yang berlaku.
Kondisi ini memunculkan keraguan besar di kalangan masyarakat, apakah surat peringatan (SP-I) dan SP-II yang telah diterbitkan hanya sekadar dokumen administrasi belaka tanpa tindakan nyata.
Hal ini mendapat tanggapan keras dari Koordinator Forum Pemantau Kebijakan Publik (FOMAPAKA) Maluku Utara, Soleman Ladora. Kepada habartimur.com, Soleman , menegaskan, konsistensi dan wibawa pemerintah kini sedang diuji. Sebab, dalam Surat Peringatan (SP) I dan SP-II, secara tegas memerintahkan pemilik villa lago montana agar dilakukan pembongkaran mandiri, hingga adanya ancaman diterbitkan SP-III.

Namun, belakangan ini sikap pemerintah melunak sehingga menimbulkan tanda tanya. Selain itu, dia juga mendesak Walikota Ternate, M. Tauhid Soleman, segera memerintahkan Dinas PUPR dan instansi terkait bertindak tegas dan nyata menertibkan bangunan tersebut. Ancaman yang ditimbulkan juga bukan sekadar masalah tata ruang, melainkan bahaya nyata bagi kesehatan masyarakat.
“Air Danau Ngade itu dikonsumsi langsung oleh warga. Jangan sampai air yang kita minum setiap hari ini sudah terkontaminasi limbah dari villa tersebut. Ini sangat berbahaya dan sama sekali tidak boleh dibiarkan,” pintanya.
“Marwah dan wibawa pemerintah kota dipertaruhkan. Dalam SP-I dan SP-II sangat tegas perintah membongkar, dan mengancam akan diterbitkan SP-III. Tapi belakangan ini kepala dinas mulai melunak, ada apa ini? Walikota segera mencopot Kadis PUPR Rus’an,” tegas Soleman dengan nada tinggi. (wat)










