SANANA – Wali murid dan masyarakat, Rabu (20/5/2026) menggelar aksi penolakan pergantian kepala sekolah (kepsek) SMP Negeri 2 Desa Kaporo, Kecamatan Mangoli Selatan, antara Jailan Sibela dengan Muin Fataruba.
Aksi tersebut, wali murid dan masyarakat palang pintu masuk sekolah dan ruang guru dengan bertuliskan “kami wali murid menolak kepsek baru (Muin Fataruba), kembalikan kepsek lama (Jailan Sibela)”.
Koordinator lapangan (Korlap) Farid Gelamona, saat dikonfirmasi Habartimur.com membenarkan adanya aksi penolakan tersebut. Farid mempertanyakan keputusan dinas pendidikan kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang menggantikan Jailan Sibela dengan Muin Fataruba.
Farid mengatakan, kinerja Muin Fataruba sebagai Kepsek sangat buruk. “Karena yang bersangkutan pernah jadi kepsek. Jadi kami tau bagaimana kinerjanya. Satu tahun baru masuk sekolah satu kali. Karena malas masuk sekolah, kemudian diganti dengan Jailan Sibela,” katanya.
Farid menambahkan, selain bermasalah dengan disiplin dan kinerja, Muin Fataruba juga disebut tidak transparan dengan pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
“Kami percaya kalau Muin Fataruba dipertahankan menjadi kepsek SMP Negeri 2 Mangoli Selatan maka sekolah ini akan ditutup,” tegasnya.
“Waktu Muin Fataruba ini jadi kepsek, orang tua memilih sekolahkan anak-anak mereka lebih di Sanana. Jadi kalau dipertahankan maka sekolah ini tidak punya siswa dan akan ditutup,” ujarnya.
Lanjut Farid, berbeda dengan kepemimpinan Jailan Sibela dinilai membawa perubahan pada SMP Negeri 2 Mangoli Selatan.
“Guru dan orang tua murid merasakan kinerja Jailan Sibela. Salah satu yang guru dan komite senang adalah transparansi dana BOS. Dibandingkan dengan Muin Fataruba yang tertutup,” katanya.
Sementara, Jailan Sibela yang diminta tanggapan terkait aksi tersebut, dia mengaku terkejut dengan aksi tersebut. “Aksi penolakan kepsek itu saya tidak tau, karena saat ini berada di Kota Sanana. Saya mengetahui aksi itu melalui grup-grup WhatsApp dan Facebook,” ucapnya.
Ditanya soal jabatan barunya, Jailan mengatakan saat ini dirinya dimutasikan di SMP Negeri 3 satu atap (Satap) Kecamatan Mangoli Selatan di Desa Auponhia. “Tanggal 19 Mei kemarin saya terima SK mutasi, dari Kepsek SMP Negeri Mangoli Selatan pindah di SMP Negeri Satap,” pungkasnya. (at/wat)










