TERNATE – Kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Maluku Utara Abubakar Abdullah, Senin (18/5/2026) membuka kegiatan Pameran Expo dan Camp Robotik 2026.
Kegiatan yang berlangsung di halaman SMA Negeri 2 Ternate itu mengangkat tema “Inovasi Robotik untuk Pendidikan Berkelanjutan dan Ramah Lingkungan” ini sejalan dengan komitmen Gubernur Sherly Tjoanda dan Wakil Gubernur Sarbin Sehe, mendorong siswa siswi Maluku Utara berinovasi di bidang teknologi digital, yang siap bersaing di tingkat nasional hingga internasional.
Ketua panitia pelaksana, Nursahida Salim, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan inovasi teknologi dan keterampilan STEM siswa, sekaligus menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dan kolaboratif.
“Ajang ini diharapkan mampu meningkatkan minat dan bakat siswa di bidang teknologi dan robotik, mengembangkan kemampuan problem solving dan berpikir logis, menjadi ruang apresiasi karya inovasi siswa, serta mendorong kolaborasi antar sekolah,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti puluhan peserta dari berbagai SMA dan SMK di Maluku Utara, serta perwakilan Fakultas Teknik Universitas Khairun. Total peserta mencapai 89 orang, terdiri dari 64 siswa SMA/SMK dan 25 mahasiswa Fakultas Teknik.
Berbagai kategori diperlombakan dalam kegiatan tersebut, mulai dari Robot Line Follower, Robot Sumo, hingga Robot Inovasi. Selain lomba robotik, peserta juga menampilkan karya dalam Expo Robotik berupa pameran hasil inovasi siswa, atraksi robotik, dan presentasi konsep pemanfaatan robot dalam kehidupan sehari-hari.

Sementara, Kepala SMA Negeri 2 Ternate, Amiruddin S. Rdjilun, menegaskan kegiatan tersebut menjadi bukti bahwa pelajar di kawasan timur Indonesia mampu bersaing dalam penguasaan teknologi.
“Acara ini sederhana tapi tujuannya besar. Kami ingin menggagas stigma bahwa kami di belahan timur Indonesia tidak kalah penting dengan siswa-siswi di belahan barat Indonesia dalam penguasaan teknologi,” kata Amiruddin.
Menurutnya, kemampuan siswa dalam merancang dan mengembangkan robot lahir dari semangat belajar mandiri melalui platform digital, komunitas, dan kolaborasi antar pelajar.
“Mereka belajar lewat YouTube, komunitas, dan saling mengajar. Ini membuktikan bahwa ketika diberi ruang, fasilitas, dan kepercayaan, anak-anak kita bisa melaju,” ujarnya.
Amiruddin juga berpesan kepada seluruh peserta agar menjunjung tinggi sportivitas, menjaga nama baik sekolah, dan terus mengembangkan inovasi setelah kompetisi berakhir.
Dia berharap kegiatan tersebut menjadi langkah awal lahirnya generasi muda Maluku Utara yang unggul di bidang teknologi dan siap bersaing di tingkat nasional maupun global. (ydi/wat)










