TERNATE – Wacana penambahan kursi DPR RI yang diinisiasi partai NasDem Provinsi Maluku Utara (Malut) mendapat dukungan penuh oleh akademisi Hukum Tata Negara dari Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) Dr. Abdul Aziz Hakim.
Dia mendesak pemerintah pusat harus menindaklanjuti usulan penambahan kursi DPR RI untuk Maluku Utara demi keadilan politik.
Meskipun dorongan penambahan kursi dilakukan secara masif tetapi lebih pentingnya adalah kualitas wakil rakyat dalam mengagregasi kepentingan masyarakat Maluku Utara.
“Penambahan kursi, dari tiga menjadi empat itu belum lebih dari 1 persen dari total jumlah yang ada. Tapi tentu kuantitas kursi, harus diikuti dengan kualitas anggota DPR yang ada,” ujarnya.
Lanjut Aziz, walaupun secara kuantitas kursi DPR RI dari Maluku Utara sedikit dibandingkan dengan daerah lain tetapi tentunya keberadaan para wakil rakyat ini bisa mempengaruhi forum pengambilan kebijakan di level nasional.
“Penambahan kursi ini diharapkan aspirasi masyarakat maluku utara itu bisa tersampaikan di pusat,” jelasnya. Untuk itu, terkait dengan kualitas kursi di DPR RI, dia berharap masyarakat tidak salah dalam memberikan amanah dan tanggung jawab.
Pemilu kata Aziz, tidak sekadar kegiatan seremonial, tapi pemilu adalah sebagai sebuah momentum untuk memilih calon-calon anggota DPR yang punya kualifikasi kemampuan yang baik untuk menyuarakan kepentingan publik di tingkat pusat.
Apalagi lanjut Aziz jika dilihat dari kekuatan kursi di DPR RI kurang lebih 600, maka tentu tidak memberikan keberuntungan politik pada Maluku Utara dengan jatah kursi hanya tiga.
“Kita dalam forum-forum nanti tidak begitu kuat untuk menyuarakan kepentingan publik sehingga butuh kualitas personality anggota DPR RI di parlemen. Tentu, kita berharap, penambahan kursi ini diikuti dengan kualitas personality wakil rakyat. Tapi soal kualitas wakil rakyat ini, kita kembalikan lagi kepada masyarakat,” pungkasnya. (wat)










