TERNATE – Pemilihan kepala daerah terhitung masih cukup lama. Namun, tidak bagi Dewan pimpinan pusat (DPP) partai nasional demokrat (NasDem).
Sekarang ini, partai besutan Surya Paloh itu sedang melakukan talent spotting bagi figur yang bisa direkomendasikan berkompetisi pada pemilihan kepala daerah nanti.
Salah satu figur yang saat ini menarik perhatian DPP Partai NasDem adalah Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda. Mantan istri mendiang Beni Laos ini disebut salah satu bintang yang bersinar dari timur, memiliki kinerja cemerlang (excellent) sehingga dapat diboyong ke Jakarta menjadi gubernur.
Demikian disampaikan disampaikan ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya kepada habartimur.com usai diskusi bersama kader NasDem di Maluku Utara dan akademisi serta tokoh adat di kafe restorasi, Kampung Makassar, Kecamatan Ternate Tengah, Jumat (24/4/2026) malam.
Menurut Willy, Sherly memiliki kepemimpinan yang fenomenal, yang inspiratif di era digital yang berdampak langsung pada masyarakat (Best practice).
“Ya, kami sedang melakukan talent spotting, dan salah satunya bintang dari timur Sherly Tjoanda. Kenapa tidak, kita bawa ke Jakarta sehingga dia menjadi best practice,” ungkap Willy.
Lebih jauh, Willy yang juga ketua komisi XIII DPR RI ini mengatakan, dalam konteks kepemimpinan nasional ketua umum Surya Paloh punya mimpi agar kedepan ada kepemimpinan nasional (Presiden) dari timur.
“Kepemimpinan nasional itu tidak limited, tidak terbatas dari satu representasi saja tapi semua punya equal right, equal opportunity,” jelasnya.
Ditanya, Gubernur Sherly Tjoanda bukan kader NasDem? Willy menegaskan apakah kepala daerah yang direkomendasikan NasDem harus kader NasDem?.
“Jawabannya, tidak. Nasdem tidak picik. Tugas partai politik itu melakukan kandidasi terhadap putra terbaik. Ingat bahwa tugas partai adalah melakukan kandidasi terhadap siapa putra putri terbaik,” katanya.
Dia juga menegaskan, ketua umum partai NasDem Surya Paloh membangun partai Nasdem bukan untuk dirinya agar jadi presiden. “Enggak. Pak Surya rekomendasikan orang atau figur itu yang lebih layak. Figur yang hebat,” katanya.
Ditanya, diwaktu dekat ini, partai Nasdem sedang menjajaki Gubernur Sherly Tjoanda untuk masuk kabinet Prabowo Subianto-Gibran? Willy secara tegas menegaskan, tidak sama sekali membicarakan hal tersebut.
“Enggak! kita gak bicara itu. Nasdem itu tahu diri. Kami tidak berkeringat, kami cukup jadi sahabat. Itu kultur demokrasi juga. Biar tidak dagang sapi semua. Ingat itu. Kau udah capek-capek, terus orang datang ujuk-ujuk, gak berkeringat,” katanya.
Sikap politik partai NasDem itu.kata Willy untuk membangun kultur demokrasi yang sehat. Bukan kultur tangan mencencang bahu, tapi tidak destruktif. “Yang kita butuhkan lagi adalah kultur demokrasi yang sehat begitu,” pungkasnya. (wat)










