Kunjungi Puskesmas Kalumata, Nurjaya Ungkap Sejumlah Masalah


TERNATE – Anggota DPRD Kota Ternate saat ini turun di tengah-tengah masyarakat dalam agenda reses.

Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate dari Fraksi Gerindra, Nurjaya Hi. Ibrahim memilih berkunjung di pusat kesehatan masyarakat (Puskesmas) Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan, Sabtu (9/5/2026).

Dalam kunjungannya, Nurjaya mengungkap sejumlah persoalan yang dihadapi Puskesmas Kalumata, yang memengaruhi pelayanan dasar masyarakat, mulai dari ketersediaan obat, pengelolaan dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK), hingga penanganan limbah medis yang belum optimal.

“Dari hasil reses yang saya temukan tadi memang ada masalah obat, karena permintaan ke gudang obat itu kadang kosong, sehingga ditaktisi menggunakan anggaran JKN,” kata Nurjaya kepada wartawan.

Dia mengatakan, persoalan obat di setiap puskesmas harus menjadi perhatian serius Dinas Kesehatan Kota Ternate, terutama dalam proses perencanaan dan pengadaan.

Menurut dia, pengadaan obat yang tidak sesuai kebutuhan lapangan akan berdampak langsung terhadap pelayanan masyarakat di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

“Kalau ada pengadaan obat yang tidak sesuai kebutuhan, yang mengalami kendala itu pihak puskesmas, karena mereka yang melakukan pelayanan dasar secara langsung,” ujarnya.

Nurjaya juga meminta agar tenaga farmasi dilibatkan dalam proses perencanaan pengadaan obat agar sesuai dengan kebutuhan di lapangan (puskesmas).

Dia menyebut selama ini stok obat di gudang sering kosong sehingga puskesmas harus menggunakan anggaran Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk membeli obat.

“Padahal seharusnya anggaran JKN tidak lagi dipakai untuk pembelian obat, karena pengadaan obat mestinya sudah ditangani di gudang obat,” katanya.

Selain persoalan obat, Nurjaya turut menyoroti pengelolaan dana BOK di puskesmas yang menurutnya perlu lebih transparan.

“Saya harapkan kepada seluruh kepala puskesmas agar pembagian anggaran BOK lebih transparan, karena ada beberapa pemegang program yang mengeluh,” ucapnya.

Tak hanya itu, dia juga menyinggung persoalan limbah medis yang hingga kini masih menumpuk dan belum diangkut karena terkendala izin pengelolaan. “Sementara limbah medisnya masih menumpuk, belum diangkut karena masih menunggu izin,” katanya.

Menurut dia, penanganan limbah medis harus dilakukan secepat mungkin karena berisiko terhadap kesehatan masyarakat dan lingkungan sekitar.

Nurjaya memastikan seluruh persoalan tersebut akan dikawal dan didorong agar segera mendapat perhatian Pemerintah Kota Ternate.

“Kalau masalah limbah medis nanti juga akan saya dorong ke pemerintah kota agar segera dilakukan penanganan, baik menggunakan pihak ketiga maupun langkah lain,” tandasnya. (rfn/wat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Teras Berita