Bangunan Hotel Muara Mal Mengancam Keluarga Istana Kafe, Harap Kelurahan Mediasi


TERNATE – Konstruksi bangunan hotel muara mall di Kecamatan Ternate Tengah, Kota Ternate dipertanyakan.

 

Pasalnya, insiden gempa bumi berskala 7,6 magnitudo pada Kamis (2/4/2026 lalu, ada bagian luar bangunan enam lantai itu retak. Bahkan, ada serpihan yang jatuh mengenai atap kamar keluarga istana kafe yang bersebelahan dengan hotel.

Setelah kejadian itu, pengelola istana kafe Abi Zeit langsung menghubungi pihak hotel agar bertemu mencari jalan keluarnya. “Setelah peristiwa itu, saya hubungi mereka, dan pada Jumat (3/4/2026) sore. Mereka datang dan pertemuannya di kafe istana. Saya bertanya, bagaimana dengan kerusakan atap usaha saya,” kata pengelola Istana Kafe, Abi Zeit kepada habartimur.com, Minggu (10/05) malam.

Selain itu, Abi juga mempertanyakan nasibnya bersama keluarga apakah mau direlokasi atau seperti apa. Namun, dalam pertemuan tersebut tampaknya pihak hotel tidak punya beritikad baik memikirkan keselamatan usaha dan keluarganya.

“Saya bahkan, sampai minta mereka menunjukkan legalitas kelayakan gedung. Karena apa yang saya minta itu kelihatan diabaikan. Sekarang, nomor saya diblokir manajemen hotel yang bernama Fitra. Sekarang saya mau komunikasikan dengan siapa lagi,” ujarnya.

Lanjut Abi, cara lain untuk mendapat keadilan, dia bertemu dengan pemerintah kota Ternate (Pemkot) dalam hal ini dinas PUPR dengan harapan agar dapat mempertemukan pihak hotel dengannya.

“PUPR bilang dimediasi saja oleh kelurahan. Mereka (PUPR) sudah menyurat ke pihak kelurahan agar dilakukan mediasi. Nanti mereka hadir di mediasi tersebut. Hanya saja, sampai selarang belum ada mediasi dari kelurahan,” kata Abi lagi.

Dia berharap kepada pihak kelurahan agar dapat memfasilitasi pertemuan (mediasi) dengan pihak hotel. “Saya harapkan pihak kelurahan bisa mediasi dan secepatnya ada jalan keluar. Kalau ini terus dibiarkan kasian kami sebagai warga mau bisa apa. Jangan sampai terulang lagi, siapa yang jamin keselamatan istri dan anak saya. Sekarang ini, istri dan anak dalam rasa takut,” katanya.

Sementara itu, Lurah Gamalama, Mochtar Umasangadji saat dihubungi terpisah pada Kamis (07/05/2026) malam menyatakan siap akan melakukan mediasi, tetapi saat ini pengelolah Hotel Muara masih ada di Jakarta.

“Saya sudah telepon dengan pemilik dorang, katanya mereka ada di Jakarta. Saya bilang bilang mau mediasi katanya dorang sudah bakudapa dengan Pemilik Iman Noce,” kata Lurah Gamalama dalam balasan pesan Whatsapp.

Disisi yang lain, manajer muara hotel Fitra ketika dikonfirmasi melalui pesan whatsapp justru menyerahkan sepenuhnya kepada pengacara hotel, Abdullah Kahar. “Pak baiknya dengan Bapak Kahar, karena beliau yang handle. Beliau legal/lawyer Perusahaan,” katanya singkat.

Hingga berita ini ditayang, wartawan habartimur.com masih berupaya mengkonfirmasi ke pengacara hotel, Abdullah Kahar. (wat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Teras Berita