SANANA – Proyek pembangunan Islamic Center di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) masih terbengkalai.
Dari hasil penelusuran habartimur.com, proyek tersebut sudah seharusnya sudah bisa dimanfaatkan, apabila dibandingkan dengan ketersediaan anggarannya.
Pembangunan yang dibangun berdekatan dengan masjid raya Al-Istiqomah Sanana itu menelan anggaran daerah senilai Rp 9,32 miliar. Anggaran tersebut dialokasi secara bertahap selama tiga tahun, dengan perusahaan berbeda-beda.
Pertama, pemerintah kepulauan sula mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,5 miliar di APBD tahun 2022. Anggaran ini dikerjakan oleh Buktinya, 2022 lalu CV. Ira Tunggal Bega.
Tahun 2023, pemerintah kepulauan sula kembali’ mengalokasikan anggaran sebesar Rp 2 miliar. Anggaran ini kemudian ditangani oleh CV. Ganda Putri Utama.
Kemudian di tahun 2024,.pemerintah kepulauan sula kembali menambah anggaran di APBD sebesar Rp 5,82 miliar yang dikerjakan oleh CV. Rinni Jaya.
Sayangnya, pekerjaan islamic center yang menguras anggaran daerah sebesar Rp 9,32 miliar tersebut, tetapi pekerjaan belum rampung alias terbengkalai. Anehnya, hasil audit BPK anggaran kepulauan sula tahun 2024 mendapat predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).
Salah satu warga yang meminta identitasnya tidak disebutkan, Minggu (4/4/2026), mengatakan bahwa pekerjaan islamic center itu belum selesai. Dan di tahun 2026 ini, belum ada pekerjaan lanjutan.
“Iya, pekerjaan belum rampung. Setau saya, sepanjang tahun 2026 ini, belum ada pekerjaan lanjutan pembangunan islamic center. Ya kalau soal besaran anggarannya saya kurang tau,” pungkas sumber itu.
Sementara itu, ketua Lembaga Pengawasan Pembangunan Daerah (LPPD) Maluku Utara, Hairun A. Djumat mengatakan tidak wajar jika anggaran Rp 9,32 miliar yang diperuntukkan pembangunan Islamic center tetapi pekerjaan belum.rampung.
Dia mendesak aparat penegak hukum (APH) agar segera memanggil dan memeriksa kuasa pengguna anggaran (KPA), pejabat pembuat komitmen (PPK) dan pihak ketiga (rekanan) yang menangani pekerjaan islamic center tersebut.
“APH harus tanggap terhadap persoalan yang ada. Pihak-pihak yang terlibat dalam pekerjaan islamic center itu segera dipanggil dan diperiksa. Karena, anggaran sebesar itu kok pekerjaannya belum rampung,” pungkasnya. (wat)









