TIDORE – Wakil gubernur provinsi Maluku Utara (Malut) Sarbin Sehe bersama kepala dinas pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) Malut Abubakar Abdullah melakukan kunjungan di SMK negeri 4 Kota Tidore Kepulauan (Tikep), pada Sabtu (7/2/2026).
Kunjungan ini dalam rangka mendorong sekolah dalam transformasi pendidikan vokasi, khususnya SMK, agar tidak hanya kuat di teori tetapi juga unggul dalam praktik lapangan.
“Sebanyak 21 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Maluku Utara mulai mengelola dan menanami lahan pertanian seluas 10,5 hektare secara serentak sebagai langkah konkret memperkuat kemandirian pangan daerah. Program ini dipusatkan di SMK Negeri 4 Tikep,” jelas wagub saat memberikan sambutan di hadapan para kepala sekolah dan guru.
Menurut wagub, kemandirian pangan merupakan pilar strategis bangsa, baik dari sisi ekonomi, sosial, maupun ketahanan nasional. Untuk itu dia mengapresiasi kebijakan pemerintah pusat yang dinilai berhasil menjaga stabilitas pangan nasional, termasuk pemenuhan kebutuhan beras tanpa bergantung pada impor.
Keterlibatan langsung siswa dalam sektor pertanian akan mengurangi ketergantungan pasokan hortikultura dari luar daerah sekaligus menciptakan lulusan yang siap kerja dan berjiwa wirausaha.

“SMK harus melahirkan sumber daya manusia yang diterima industri, mampu berinovasi, dan menciptakan lapangan kerja sendiri. Sektor pertanian adalah peluang besar bagi generasi muda Maluku Utara,” jelasnya.
Dia menekankan pentingnya dukungan teknologi pertanian modern serta kepastian akses pasar. Tanpa dua hal tersebut, kegiatan produksi dikhawatirkan hanya berhenti di tahap penanaman tanpa memberi dampak ekonomi berkelanjutan bagi sekolah maupun masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kepala Bidang SMK Dikbud Malut, Makmur mengatakan khusus di SMK Negeri 4 Tidore Kepulauan, penanaman dilakukan pada lahan seluas dua hektar milik sekolah dengan komoditas utama pepaya California dan jagung.
“Adapun SMK lain menyesuaikan dengan potensi masing-masing wilayah, seperti nanas, kacang, bayam, serta berbagai jenis hortikultura lainnya,” ujar Makmur.
Usai acara seremonial, Wakil Gubernur dan kadikbud meninjau melihat langsung pemanfaatan peralatan pertanian hasil Dana Alokasi Khusus (DAK) 2025, serta unit peternakan ayam yang dikelola sekolah sebagai bagian dari pembelajaran berbasis produksi.
Program kolaboratif ini diharapkan menjadi model integrasi antara kebijakan pangan nasional dan pendidikan vokasi daerah. Kita berharap dengan program ini dapat melahirkan generasi terampil, percepat terwujudnya kemandirian pangan di Malut. (tim/wat)










