TERNATE – Sosok Sherly Tjoanda terus menjadi sorotan publik. Bukan hanya karena sejarah yang ia cetak sebagai perempuan pertama yang menjabat Gubernur Maluku Utara, namun juga karena lonjakan harta kekayaannya yang fantastis pasca menggantikan mendiang suaminya, Benny Laos.
Data media pikiranrakyat yang dirilis pada 19 November 2025, menyebutkan bahwa Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) terbaru yang dilaporkan ke KPK pada April 2025, total kekayaan Sherly Tjoanda kini nyaris menyentuh angka Rp 1 Triliun.
Data LHKPN menunjukkan grafik kenaikan yang signifikan. Saat mendaftarkan diri sebagai Calon Gubernur pada Oktober 2024, Sherly melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp 709,7 miliar.
Namun, dalam laporan “Khusus – Awal Menjabat” tertanggal 24 April 2025, angka tersebut melesat menjadi Rp 972,1 miliar. Artinya, terjadi kenaikan bersih sekitar Rp 262,3 miliar hanya dalam kurun waktu enam bulan, terhitung dari November 2024 sampai dengan April 2025. Atau per bulan, harta Sherly bertambah kurang lebih Rp 29,14 miliar..
Kenaikan ini terutama didorong oleh: Kas dan Setara Kas: Melonjak dari Rp 146 miliar menjadi Rp 236,5 miliar. Harta Lainnya: Naik drastis dari Rp 96,9 miliar menjadi Rp 234,1 miliar.
Penurunan Utang: Utang yang sebelumnya tercatat Rp 24,4 miliar, kini menyusut drastis tinggal Rp 6,9 miliar. Aset Mewah Berubah Status Menjadi “Warisan”
Salah satu poin menarik dalam LHKPN terbaru Sherly adalah perubahan status aset alat transportasi. Koleksi mobil mewah yang sebelumnya tercatat sebagai “Hasil Sendiri” pada laporan 2024, kini berubah status menjadi “Warisan” dalam laporan 2025.
Deretan kendaraan mewah tersebut meliputi: Landrover R Rover (2019) senilai Rp 3 miliar. Lexus (2023) senilai Rp 2,55 miliar. Hummer Jeep (1900) senilai Rp 1,15 miliar. Perubahan status ini mengonfirmasi peralihan aset legal pasca meninggalnya sang suami, Benny Laos, dalam insiden tragis meledaknya speed boat Bela 72 pada Oktober 2024 lalu. (tim/wat)









