TERNATE – Kabar tak sedap menyelimuti dinas lingkungan hidup (DLH) Provinsi Maluku Utara (Malut).
Pasalnya, belum lama ini terendus kabar Plt DLH Halim Muhammad meminta dana alias “peras” lima perusahaan tambang di Maluku Utara (Malut), yakni PT Antam, PT NKA, PT IWIP, PT Harita, dan PT NHM. Setiap perusahaan diminta Rp 35 juta.
Kabar permintaan anggaran ini untuk kegiatan bersih-bersih di pelabuhan speed boat Sofifi,pada Rabu (10/6/2026) lalu, menyambut hari lingkungan hidup sedunia (HLHS) 5 Juni 2026 lalu.
Padahal, kegiatan pembersihan lingkungan ini hanyalah kerja bakti massal atau korve biasa yang melibatkan berbagai elemen masyarakat, mulai dari petugas kebersihan, pelajar, mahasiswa, komunitas lingkungan, pegawai swasta dan BUMN, hingga unsur TNI dan Polri serta perwakilan pemerintah kabupaten/kota se-Maluku Utara.
Salah satu sumber terpercaya mengatakan, peringatan HLHS yang jatuh setiap tanggal 5 Juni itu selama ini hanya diisi dengan kegiatan gotong royong, membersihkan lingkungan dan tidak memerlukan biaya operasional yang besar.
“Selama ini, kegiatan bersih-bersih lingkungan itu murni kerja bakti bersama. Tidak ada anggaran khusus yang dibutuhkan, apalagi sampai meminta uang puluhan juta kepada perusahaan,” kata sumber itu.
Lanjut sumber itu bahwa langkah meminta sumbangan ke perusahaan itu merupakan tindakan bertentangan dengan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023. Di mana praktik pungutan liar dikategorikan sebagai tindak pidana pemerasan dan dapat dijerat dengan tuduhan korupsi terkait penyalahgunaan wewenang dalam jabatan.
“Tindakan Plt kadis ini tidak bisa dibiarkan, karena merusak citra pemerintah di mata perusahaan,” tambah sumber itu.
Kegiatan bersih-bersih lingkungan di Sofifi ini sebagai tindak lanjut edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Nomor 09 Tahun 2026, peringatan tahun ini mengusung tema “Saatnya Bekerja untuk Iklim” serta mendukung gerakan nasional Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI).
Sayangnya, Plt DLH Maluku Utara Halim Muhammad ketika dikonfirmasi habartimur.com ke nomor kontak 0822-1788-xxxx enggan menanggapi dugaan permintaan anggaran ke perusahaan tersebut. (wat)










