Oknum Pejabat Haltim Diduga Terima Uang dari PT. FMI untuk Revisi RTRW


TERNATE – Skandal suap atas perubahan rencana tata ruang wilayah (RTRW) kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mencuat ke publik.

Hal ini setelah beredarnya foto dan video berdurasi 21 menit. Dimana, dalam video tersebut diduga sekretaris daerah (Sekda) Haltim Ricky Chaerul Richfat. memberi perintah ke orang kepercayaannya yang berinisial A untuk bertemu petinggi perusahaan PT. Forward Matrix Indonesia (FMI) di salah satu hotel di Kota Ternate.

Setelah A bertemu petinggi PT. FMI, keduanya sempat mengabadikan dokumentasi foto bersama sambil memegang sebuah dokumen, yang dicurigai dokumen rekomendasi perubahan RTRW. Tak hanya itu, di atas meja juga terlihat sejumlah uang pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu serta cek.

Selain itu, terdapat pula sebuah tas yang diduga berisi uang dengan total sekitar Rp 2 miliar. Uang itu sebagai dukungan kepada Ricky yang menjabat sebagai Ketua Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah (BKPRD) Kabupaten Halmahera Timur, untuk merevisi RTRW.

Dalam rekaman tersebut, salah satu pria terdengar menjelaskan ke urusan perusahaan PT. FMI akan memperoleh legalitas untuk perubahan tata ruang jika bisa memenuhi permintaan tersebut.

“Bilang dorang sedia dia pe itu (uang, red), langsung ko tanda tangan,” kata pria dalam rekaman tersebut, bahwa memastikan akan dilakukan perubahan RTRW setelah memenuhi permintaan.

Diketahui, pihak perusahaan PT. Forward Matrix Indonesia (FMI) sangat berkepentingan dengan adanya perubahan RTRW tersebut. Sebab,

perusahaan pertambangan yang beroperasi di Wasile dan Wasile Selatan Kabupaten Halmahera Timur itu diduga kuat menabrak aturan karena aktivitas perusahaan keluar dari izin eksploitasi.

PT. FMI sendiri memiliki izin Usaha Pertambangan (IUP) dengan luas konsesi mencapai sekitar 1.720,70 hektar berdasarkan SK Bupati Nomor .188.45/540-183.A/2010 berakhir pada tanggal 10/12/2030.

Sayangnya, hingga berita ini ditayang, sekda Ricky maupun pihak perusahaan PT. FMI belum berhasil dikonfirmasi terkait dengan dugaan suap revisi RTRW tersebut.

Wartawan media ini, telah berupaya bertemu langsung maupun melalui orang-orang dekatnya, namun gagal. “Nomor kontak beliau (Ricky Chaerul Richfat) so tara aktif semua,” kata salah satu orang dekat Ricky. (tim/wat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Teras Berita