TERNATE – Ir. Gazali Abdul Mutalib kembali dipercaya memimpin ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Provinsi Maluku Utara (Malut) yang kedua kalinya.
Gazali dipilih secara langsung melalui Musyawarah provinsi (Musprov) III yang digelar di Muara Hotel, Minggu (25/10/2026), langsung dikukuhkan oleh Ketua Umum DPN APINDO Shinta Widjaja Kamdani.
Kegiatan Musprov yang bertajuk “Mendorong Daya Saing Pengusaha Daerah, Kepastian Investasi dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Dalam Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara yang Inklusif dan Berkelanjutan,” tersebut dihadiri Ketua Umum DPN APINDO Shinta Widjaja Kamdani, wakil ketua umum EDDY Hussy dan jajarannya, serta kurang lebih 16-17 investor nasional.
Selain itu, dihadiri juga Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda, Sekprov Samsuddin A. Kadir, ketua DPRD Provinsi Maluku Utara Ikbal Ruray, Wakil Walikota Ternate Nasri Abubakar.serta jajaran forkopimda Maluku Utara.
Usai kegiatan, Gazali menegaskan, APINDO Maluku Utara akan bersinergi dengan pemerintah daerah untuk memperkuat beberapa sektor usaha, seperti sektor kelautan dan perikanan yang lebih difokuskan pada rumput laut, UMKM, pariwisata dan infrastruktur.
Di sektor kelautan dan perikanan, Gazali mengatakan, APINDO Maluku Utara menyepakati langkah strategis bersama dua pengusaha nasional untuk membenahi kualitas bibit rumput laut, serta proses pengolahannya.
Selain itu, APINDO Maluku Utara juga bakal menggelar pelatihan dan pendidikan dasar bagi nelayan serta petani rumput laut agar mereka mampu menghasilkan produk kualitas terbaik.

“Pengusaha nasional dari sektor perikanan dan petani rumput laut sudah menemukan titik temu. Kami akan melatih dan memberikan pendidikan dasar agar petani memakai bibit terbaik dan menjalankan proses perawatan terbaik,” terangnya.
Selain sektor perikanan, kata Gazali APINDO Maluku Utara akan terus memperkuat kapasitas UMKM lokal di empat wilayah, yakni Ternate, Tidore, Halmahera Utara (Tobelo), dan Morotai, melalui program pelatihan bersertifikat bersama Kementerian Koperasi, Bank Indonesia, serta perbankan.
Menurutnya, langkah ini mendorong para pelaku usaha lokal menjadi pemasok kebutuhan pangan di perusahaan industri dan tambang besar seperti Harita dan IWIP.
Selain itu, dia mengapresiasi kehadiran investor nasional pada musprov APINDO Maluku Utara. “Saya apresiasi kehadiran investor besar nasional. Memang kehadiran mereka ini merupakan tindak lanjut dari Forum Bisnis Maluku Utara bersama gubernur di Jakarta baru-baru ini. Beberapa peluang sudah kita dengar bersama, seperti masalah kelautan, infrastruktur, dan UMKM,” kata Gazali.
Untuk mengawal peluang bisnis tersebut, dia mengatakan, APINDO Maluku Utara bersama Pemerintah Daerah dan APINDO Nasional akan membentuk Satuan Tugas (Satgas) dalam waktu dekat.
Satgas ini akan menjembatani antara pengusaha daerah dan pengusaha nasional demi menyelesaikan berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha di lapangan.
“Satgas ini mempertemukan keinginan kita bersama supaya ada solusi dan jalan kerja sama antara pengusaha daerah dan pengusaha nasional berjalan lancar,” ungkapanya.
Menurutnya, langkah ini mendorong para pelaku usaha lokal menjadi pemasok kebutuhan pangan di perusahaan industri dan tambang besar seperti Harita dan IWIP.
Selain itu, dia m ngatakan APINDO Maluku Utara juga akan menggandeng Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dikbud) serta Dinas Perikanan untuk memperluas program pendidikan vokasi bagi generasi muda daerah.
“Program ini tujuan agar menyiapkan tenaga kerja lokal agar mampu mengisi posisi kerja di kawasan industri,” jelasnya.
Kegiatan ini diakhiri dengan dialog interaktif dengan narasumber tunggal gubernur Sherly Tjoanda yang dipandu oleh ketua umum APINDO Pusat. (wat)









