TERNATE – Lembaga Institut Kata Rakyat Maluku Utara (Malut) menggelar aksi di halaman kantor DPRD Kota Ternate pada Kamis (25/9/2026). Aksi kali ini tampak berbeda dari biasanya. Mereka lebih menyoroti polemik internal sehingga mengabaikan persoalan rakyat.
Massa aksi tiba di Kantor DPRD Kota Ternate, sekiranya pukul 10.00 WIT menggunakan mobil pickup dilengkapi dengan sound system. Mereka diterima Wakil Ketua I Amin Subuh, Wakil Ketua II Jamian Kolengsusu, dan anggota DPRD masing-masing Muslim Sahil. Tasman Balak, Irawati Nurman, dan Haryanto Hanadar.
Di hadapan pimpinan dan anggota DPRD Kota Ternate, direktur Institut Kata rakyat Maluku utara Ikhwanul Kiraam J Saleh mengatakan, belakangan ini, para wakil rakyat menyuguhkan panggung politik yang tidak pro terhadap kepentingan dan permasalahan rakyat Ternate.
Dia mengatakan, para wakil rakyat lebih sibuk dengan pertengkaran internal, saling melapor ke aparat penegak hukum merusak tatanan demokrasi.
“Kami meminta stop pertengkaran, stop polemik, stop saling melapor dan stop saling curhat. Rakyat tidak butuh anda semua bertengkar di lingkaran pusat kekuasaan yang anda sendiri nikmati. Rakyat tidak butuh itu semua,” tandasnya.
Selain itu, dia mengingatkan anggota DPRD Kota Ternate yang bernama Nurjaya Hi. Ibrahim dan Pimpinan DPRD Kota Ternate agar lebih fokus pada masalah kepentingan rakyat.
Dia menyebut enam masalah penting rakyat yang harus mendapat perhatian serius dari wakil rakyat yakni pengelolaan sampah, penertiban parkir liar, pembaruan database desil warga tidak mampu, Pengawasan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
Selain itu, dia juga memberikan perhatian terhadap petani kota ternate. Pasalnya, beberapa persoalan yang membutuhkan penanganan seperti akurasi data bantuan sosial, masih kurangnya infrastruktur jalan tani di areal lereng dan perbukitan, hingga masalah irigasi ternate.
Wakil ketua I DPRD Kota Ternate Amin Subuh menyambut baik aksi tersebut. “Terima kasih atas kehadiran adik-adik kami disini. Tuntutan adik-adik ini sangat mulia. Tapi sebenarnya, apa yang menjadi kegelisahan adik-adik sudah dilakukan teman-teman anggota dewan, tapi kita akan lebih maksimal lagi,” tandanya
Sementara, wakil ketua II DPRD Kota Ternate Jamian Kolengsusu mengatakan, sampai hari ini DPRD Kota Ternate tidak kendur bekerja untuk kepentingan rakyat. “Saya akui bahwa kerja-kerja DPRD sudah maksima, mungkin pemerintah juga sudah maksimal tapi kalau ada kekurangan itu manusiawi dan kami kedepannya akan lebih maksimal,” katanya.
Politisi partai Gerindra itu menilai aksi kali ini semacam kebalikan dari demo-demo yang lain. “Kalau banyak demo itu selalu demo menyalahkan terutama lembaga DPRD. Tapi kali ini, demo memberikan saran ke DPRD untuk fokus kerja, jangan terlalu banyak polemik di media sosial. Ini salah satu kritik yang betul-betul menyentuh di hati kami,” pungkasnya. (wat)










