SANANA – Tapal batas antar desa di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) hingga saat masih menyisakan masalah.
Padahal, tahun 2024 lalu bagian Pemerintahan setda Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) yang dijabat Suwandi H. Gani mengalokasikan anggaran sebesar Rp 6 miliar untuk menyelesaikan masalah tapal batas di 78 Desa, termasuk dua Desa persiapan di Kepsul.
Parahnya, anggaran sebesar Rp 6 miliar tersebut dikabarkan sudah dicairkan 100 persen tapal batas tak kunjung rampung.
Hal ini mendapat perhatian serius dari Koordinator Wilayah (Korwil) Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Asosiasi Badan Permusyawaratan Desa Nasional (Abpednas) wilayah Maluku, Maluku Utara dan Papua, Arid Fokaaya.
Arid menilai, program tapal batas Desa yang dianggarkan sebesar Rp 6 miliar dicurigai merupakan cara mantan kepala bagian pemerintahan setda Kepulauan Sula Suwandi H. Gani untuk merampok APBD Kepsul.
“Tidak ada satupun tapal batas desa yang selesai. Jadi wajar kita curiga cara mereka merampok APBD Sula,” katanya.
Sementara, hingga berita ini diterbitkan, mantan kabag pemerintahan Suwandi H. Gani belum dapat mengkonfirmasi. (at/wat)









