TERNATE – Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara intens terlibat dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutlah) di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat.
Pada Sabtu (17/10/2026), BWS Maluku Utara (Malut) bersama sejumlah instansi terkait BPBPK, Pemadam Kebakaran, Dinas PUPR, BPBD, Basarnas dan TNI-Polri melaksanakan operasi penyaluran air dalam rangka penanganan Karhutlah di kawasan TPA Kelurahan Takome, Kecamatan Ternate Barat. Kegiatan yang berlangsung pukul 10.30 hingga 18.00 WIT. bertajuk “Cari, Temukan, Eksekusi”.
Pelaksana tugas (PLT) Kepala BWS Malut Budi prasetyo ST.MT kepada habartimur.com, mengatakan kegiatan ini merupakan kelanjutan penanganan pasca kebakaran yang pertama terjadi sejak 3 Oktober 2026.
Dalam operasi ini, tim Satuan Tanggap Darurat BWS berhasil menyalurkan sebanyak 67.000 liter air ke titik api untuk membantu meredakan kobaran api yang masih terdeteksi di kawasan tersebut.
Lanjut Budi, penyaluran air dilakukan dari sumber Danau Tolire, dengan jarak jangkauan salur ke lokasi kebakaran sekitar 120 meter. Waktu operasional pompa berjalan efektif sekitar enam jam.
“Kondisi cuaca di lokasi saat itu berawan disertai kabut, dengan topografi wilayah yang relatif datar. Akses menuju sumber air dinilai cukup terjangkau oleh unit pompa yang digunakan, sehingga pendistribusian berjalan lancar, tertib, dan aman,” jelasnya.

“Koordinasi antar-instansi berjalan baik di lapangan, sehingga penyaluran air dapat berjalan terus-menerus untuk mendukung proses pemadaman,” ujarnya.
Dia mengatakan, armada yang dikerahkan BWS Maluku Utara terdiri dari dua unit mobil tangki air berkapasitas 5.000 liter masing-masing, serta satu unit mobil dump truck yang dilengkapi dua profil air berkapasitas 4.400 liter.
Sementara itu, instansi pendukung mengerahkan lima unit mobil tangki air berkapasitas 4.000 liter, tiga unit water tank berkapasitas 4.000 liter, dua unit water canon berkapasitas 5.000 liter, serta dua unit ekskavator untuk membantu penggalian dan akses jalan menuju titik api. Hingga akhir kegiatan, luas lahan yang berhasil dipadamkan tercatat mencapai 11 hektar.
Meski begitu, dia mengakui dalam penanganan Karhutlah di TPA Takome, tim di lapangan menghadapi kendala berupa tumpukan sampah yang sangat banyak dan padat di kawasan TPA. Kondisi ini menyebabkan proses pembakaran di bagian dalam tumpukan sampah berjalan lambat, sehingga api sulit benar-benar padam sepenuhnya.
“Untuk itu, memutuskan untuk melanjutkan operasi pemadaman pada Minggu, 18 Oktober 2026. BWS Maluku Utara akan terus memperkuat koordinasi bersama instansi terkait guna memantau perkembangan situasi di TPA Takome dan menyiapkan langkah penanganan yang lebih efektif,” tandasnya. (wat)









