TERNATE — Bangunan Plaza Gamalama di Kelurahan Gamalama, Ternate Tengah, kini menjadi ancaman nyata bagi warga dan pengguna jalan.
Pasalnya, dinding Aluminium Composite Panel (ACP) pada bangunan tersebut berulang kali lepas dan jatuh ke badan jalan. Meski begitu, belum ada penanganan dari pemerintah maupun pihak terkait.
Kejadian terbaru terjadi pada Selasa (25/8/2026), saat material ACP sisi utara kembali lepas dan jatuh ke permukaan jalan. Khawatir menimpa pejalan kaki maupun pengendara, warga langsung menutup area tersebut sebagai langkah antisipasi.
Salah satu pengendara, Atika Saman, kepada habartimur.com, menyayangkan tidak ada perhatian dari pemerintah. “Sudah jatuh berulang-ulang, tapi tidak ada yang perhatikan. Mungkin menunggu hada yang tertimpa dulu baru ditangani,” ujarnya.
Diketahui, data yang diperoleh, awal plaza gamalama dibangun menggunakan dana APBD dengan nilai Rp 92,5 miliar tahun 2017–2021 oleh PT. INTIM KARA (Budi Liem). Pemkot Ternate bahkan menambah Rp 1,5 miliar di APBD Perubahan 2025 khusus untuk perbaikan ACP. Sehingga secara total anggaran pembangunan plaza gamalama ini kurang lebih Rp 94 miliar.
Gedung ini justru mangkrak alais belum difungsikan setelah diresmikan mendiang Wali Kota Burhan Abdurahman pada Februari 2021 lalu.
Panel luar kerap ambruk saat angin kencang. Wacana dialihfungsikan menjadi RSUD dinilai hanya sekadar cara menutupi kegagalan pemerintah mengoperasikan aset strategis ini sesuai rencana awal.
Hingga kini, Pemkot Ternate disebut sedang mengkaji ulang kerja sama dengan mitra untuk percepatan operasional. Namun belum ada hasil nyata, sementara setiap hari, bahaya terus mengancam warga. (wat)










