TERNATE – Upaya Perum Bulog Cabang Ternate untuk membangun infrastruktur pergudangan di daerah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T) di Maluku Utara (Malut) membuahkan hasil.
Kepala cabang Bulog Ternate Jefri Tanassy mengatakan, tahun 2025 lalu pemerintah pusat telah mengakomodir permintaan dibangunnya pergudangan baru di tujuh kabupaten di Maluku Utara, masing-masing Pulau Taliabu, Kepulauan Sula, Pulau Morotai, Halmahera Selatan (Halsel), Halmahera Timur (Haltim), Halmahera Barat (Halbar), dan Halmahera Tengah (Halteng).
Namun, baru lima kabupaten yang dipastikan dibangun tahun 2026 ini, yakni Sula, Pulau Morotai, Halsel, Haltim, Halteng. Sementara, dua daerah lainnya, Halbar dan Taliabu dimasukkan dalam perencanaan pembangunan di tahun 2027
“Salah satu syarat untuk pembangunan infrastruktur pergudangan adalah Pemda menyiapkan lahan dan hiba ke bulog. Nah, yang sudah siap adalah lima kabupaten. Sehingga lima kabupaten itu insya Allah dibangun tahun ini. Dua kabupaten, Taliabu dan Halbar, ini masih dalam proses administrasi peralihan lahan sehingga dimasukkan ke dalam perencanaan pembangunan di tahun 2027,” jelas Jefri.
Dia berharap, setelah infrastruktur pergudangan ini dibangun akan memudahkan masyarakat dalam menjangkau kebutuhan pokok pangan terutama beras, minyak dan gula.
Dia menyadari bahwa bulog belum kuat secara ketahanan pangan di Provinsi Maluku Utara. Karena kantor cabang Ternate baru memiliki dua komplek pergudangan, yakni di kota Ternate dan di Kabupaten Halmahera Utara di Tobelo.
Maluku Utara sebagai daerah kepulauan menjadi salah satu kendala agar bisa menjangkau sampai ke daerah-daerah 3T di Maluku Utara.
“Ketahanan pangan dan stabilisasi itu belum optimal. Dengan hadirnya gudang baru yang khususnya di daerah-daerah 3T, ini akan memudahkan masyarakat menjangkau kebutuhan-kebutuhan pokok pangan terutama untuk beras dan minyak dan gula.
“Di lapangan sendiri, sebenarnya pangan subsidi itu ada, tetapi subsidi bisa efektif, bisa terealisasi ke masyarakat apabila ada gudang di situ. Misalnya, gudang kita di Ternate, kalau orang dari Sula belanja beras subsidi di ternate berapa biaya (kos) yang harus dikeluarkan. Mungkin akan jauh lebih tinggi daripada itu. Sehingga dengan hadirnya gudang-gudang nanti di daerah-daerah khususnya 3T ini sangat cukup membantu masyarakat. Menekan laju tingginya harga-harga yang akan timbul khususnya beras maupun gula,” ujarnya. (wat)










