SANANA – Kualitas pekerjaan talud di Desa Baleha Kecamatan Sulabesi Timur Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) diragukan.
Kenapa tidak, proyek yang dikerjakan dengan anggaran sebesar Rp 6,89 miliar lebih itu sebagian sudah rusak. Padahal, pekerjaannya baru selesai dikerjakan tahun 2025 lalu.
Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekonstruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kepulauan Sula Ade Yudhstira mengatakan, proyek Talud tersebut masih dalam perawatan sehingga masih menjadi tanggung jawab rekanan untuk dilakukan perbaikan.
“Setelah menerima kabar talud penahan banjir di Desa Baleha rusak, saya bersama teman-teman BPBD dan pihak rekanan langsung turun cek lokasi,” katanya, Rabu (8/4/2026).Talud tersebut dibangun oleh CV Gela Karya Utama
Dia mengaku, sudah membicarakan rekanan CV. Gela Karya Utama untuk dilakukan perbaikan. “Saat ini masih ada waktu pemeliharaan dari pekerjaan tersebut. Olehnya itu, pihak rekanan sudah berjanji dalam waktu dekat paling lama satu Minggu dari sekarang mereka akan melakukan perbaikan,” terangnya.
Meski begitu, pekerjaan perbaikan belum bisa langsung dilakukan. Pihaknya akan terlebih dahulu melakukan kajian teknis, sebab titik kerusakan talud tersebut berada di area yang kerap terdampak banjir.
“Kita kaji dulu..Sebab dari pengalaman, titik kerusakan talud itu memang langganan rusak,” jelasnya. Dia juga menyebut, hanya sebagian kecil kurang lebih lima meter dari 539 meter yang mengalami kerusakan. “Kerusakan terjadi karena tekanan air yang terus-menerus membuat patah,” ujar Ade.
Ade juga menepis keraguan masyarakat terhadap kualitas pekerjaan. “Pekerjaan sudah melalui proses pengawasan lembaga audit, BPK dan BPKP,” pungkasnya. (at/wat)










