TERNATE – DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara (Malut) resmi mengambil alih pelaksanaan musyawarah daerah (Musda) ke-7 DPD II Partai Golkar Kota Ternate.
Keputusan ini diambil dalam rapat pleno pengurus DPD I Golkar Malut yang dihadiri Ketua Harian DPD I Golkar Malut, diantaranya Ikram Malan Sangadji (IMS), Sekretaris Arifin Djafar, Bendahara Rio Christian Pawane, dan Abdul Gani Sangadji.
Proses Musda awalnya berjalan lancar, namun suasana memanas saat memasuki tahap verifikasi pemegang hak suara. Terungkap adanya empat pimpinan kecamatan (pincam) yang memegang SK ganda sehingga memunculkan dinamika di kalangan kader.
Sekretaris DPD I Golkar Malut, Arifin Djafar, saat mengambil alih meja pimpinan sidang menegaskan bahwa pelaksanaan musda tujuh golkar kota ternate dilanjutkan pada 22 Oktober 2026.
Proses selanjutnya kata Arifin, akan dipimpin langsung oleh Ketua DPD I Golkar Maluku Utara, Alien Mus. “Karena sudah diambil alih, maka pimpinan Musda itu ada di Ketua DPD I. Selanjutnya mau dikasih ke siapa, itu urusan lain,” ujarnya.
Arifin menjelaskan, hasil verifikasi dukungan menunjukkan tersisa dua nama calon ketua, yaitu Makmur Gamgulu dan Ardian Idhan.
“Pada tanggal 22 Oktober, tahapan musda dilanjutkan. Soal dua SK Pincam, kita akan verifikasi lagi sesuai aturan internal partai. Nanti ibu Ketua Alien Mus langsung mengumumkan ketua terpilih,” jelas Arifin.
Sementara itu, calon ketua Ardian Idhan sangat optimis memenangkan musda Golkar Ternate. Menurutnya, seluruh pihak perlu menghormati mekanisme dan keputusan organisasi yang telah ditetapkan.
“Kita semua kembali pada apa yang sudah disampaikan dan hasil pleno DPD I Partai Golkar Provinsi Maluku Utara. Sudah diputuskan bahwa tanggal 22 baru kita mendengarkan hasilnya,” ujarnya.

Meski keputusan akhir belum diumumkan, Ardian menegaskan keyakinannya untuk keluar sebagai pemenang dalam kontestasi tersebut.
Soal DPD I ambil alih Musda? Adrian menegaskan, sangat menghargai keputusan DPD I yang mengambil alih proses Musda.
Menurutnya, langkah DPD I ini semata-mata demi menjaga ketertiban dan keadilan dalam proses demokrasi internal partai. “Saya optimis kemenangan ada di pihak kami,” katanya.
Namun bagi Adrian, apa pun yang terjadi dalam proses ini, yang paling utama bukanlah sekadar siapa yang menang atau kalah, melainkan bagaimana kita menjaga agar kader Golkar Kota Ternate tetap bersatu, tetap solid, dan tetap berdiri bersama setelah Musda ini.
Kemenangan sejati kata Adrian, bukan ketika kita menang sendirian dan meninggalkan sebagian kader, tetapi ketika kita semua bisa berjalan bersama-sama menuju tujuan yang sama. Karena itu, jika nanti dirinya dipercaya memimpin, langkah pertama yang akan saya lakukan adalah merangkul seluruh elemen partai
“Kita semuanya adalah keluarga besar golkar yang harus kita jaga bersama. Tidak boleh ada yang tersisih, tidak boleh ada yang merasa asing di rumahnya sendiri,* jelasnya
Menurutnya, persaingan di dalam Musda hanyalah dinamika biasa dalam sebuah proses demokrasi. Namun, setelah pucuk pimpinan ditetapkan, semua perbedaan pandangan itu harus ditinggalkan dan kembali bersatu.
“Kekuatan terbesar partai kita bukanlah pada jabatan seseorang, melainkan pada kebersamaan dan kesolidan kita dari tingkat kelurahan, kecamatan, hingga ke kota,” katanya. Dia meminta kepada seluruh pendukung untuk tetap menjaga sikap yang santun dan bermartabat.
“Mari kita buktikan bahwa Golkar adalah rumah yang luas, yang mampu menampung berbagai aspirasi, dan mampu berdiri tegak karena kita saling menguatkan satu sama lain. Dengan semangat merangkul semua pihak dan menjaga kesolidan kader, saya yakin masa depan Golkar Kota Ternate akan jauh lebih baik dan lebih kuat ke depannya.” jelasnya. (wat)










