TERNATE – Wakil walikota Ternate Nasri Abubakar menghadiri apel gabungan gelar pasukan kesiapsiagaan bencana banjir yang berlangsung di lingkungan Polres Ternate, Rabu (4/11/2026).
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan dini terhadap banjir, genangan air serta dampak lain akibat hujan lebat.
Politisi Partai Demokrat Maluku Utara (Malut) tersebut menyambut baik pelaksanaan apel gabungan sekaligus penampilan seluruh peralatan penanggulangan bencana yang ditampilkan para tim di lapangan.
Menurutnya, gelar pasukan semacam ini menjadi langkah awal yang sangat penting agar seluruh personel instansi dapat bersiap sebelum puncak musim hujan tiba dan bencana menimpa masyarakat.
“Saya pikir gelar pasukan yang diadakan tadi itu bagus sekali. Memang kita perlu mengantisipasi memasuki musim penghujan,” ujar Nasri Abubakar usai meninjau langsung kesiapan personel, armada serta peralatan yang sudah disiapkan tim penanggulangan bencana di lokasi apel.
Dalam kesempatan itu, Nasri menyoroti dua hal krusial yang kerap menjadi pemicu genangan air dan banjir di Kota Ternate, yakni debit sampah perkotaan yang dapat menyumbat saluran drainase, dan wilayah‑wilayah rawan banjir yang tersebar di beberapa kelurahan yang harus diprioritaskan pengawasannya.
“Kita juga belum tau nanti debit sampahnya seperti apa yang mengakibatkan masalah di perkotaan. Begitu juga daerah rawan banjir perlu kita antisipasi,” tegasnya.
Peninjauan kesiapan armada dan peralatan dilakukan Nasri Abubakar, bersama wakil ketua I DPRD Kota Ternate Amin Subuh, dan Kapolres Ternate AKBP Anita Ratna Yulianto, S.I.K.
Ketiga tokoh tersebut berkeliling melihat langsung ketersediaan armada Tim SAR, mulai mobil penyemprot berukuran kecil hingga kendaraan besar penunjang penanganan bencana, beserta perlengkapan keselamatan pribadi milik petugas lapangan.
Nasri menilai keseluruhan peralatan dan armada yang telah dipamerkan sudah cukup memadai untuk menangani dampak awal musim penghujan.
Namun dia mengingatkan agar kesiapan itu tidak hanya berhenti pada saat apel gabungan saja, tetapi tetap dijaga hingga musim hujan selesai.
“Tadi kita melihat kesiapan armadanya, kemudian peralatan‑peralatan yang ditampilkan baik secara tim maupun personel, saya kira sudah cukup memadai,” tuturnya.
Dia menekankan bahwa kesiapan peralatan tidak akan maksimal tanpa adanya kerja sama lintas instansi secara berkelanjutan.
“Semua pihak saling berkoordinasi guna memantau perkembangan cuaca, membersihkan saluran air di titik rawan genangan, serta segera merespons laporan masyarakat apabila terjadi banjir atau genangan air agar keselamatan warga Kota Ternate tetap terjaga sepanjang musim penghujan berlangsung. (wat)









