TERNATE – Langkah pengusulan Geopark Ternate menuju pengakuan nasional semakin nyata. Untuk itu, dalam waktu dekat, badan pengelola geopark ternate akan mempresentasikan ke Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas).
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappelitbangda) Kota Ternate Thamrin Marasaoly kepada habartimur.com, Selasa (27/10/2026) menjelaskan, berbagai tahapan persiapan pengusulan telah dilakukan, mulai dari pemenuhan persyaratan administrasi, persetujuan Bappenas dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), hingga penerbitan surat keputusan (SK) Gubernur Maluku Utara dan Wali Kota Ternate.
Thamrin yang juga Ketua Badan Pengelola Geopark Ternate mengatakan, di tengah proses tersebut, Pemkot Ternate kini memperkuat jangkauan sosialisasi hingga ke tingkat paling bawah, yaitu pemerintah kelurahan.
Langkah ini kata Thamrin sangat penting mengingat tersebarnya puluhan situs warisan geologi atau geosite di berbagai penjuru kota. Tercatat, sebanyak 19 geosite tersebar di 14 kelurahan di wilayah Kota Ternate.
“Kami sudah mengumpulkan seluruh lurah yang wilayahnya terdapat lokasi geosite. Ada 19 situs yang tersebar di 14 kelurahan, dan ada satu kelurahan yang memiliki dua situs,” ujarnya.
Menurutnya, sosialisasi yang dilakukan tersebut sebagai upaya membangun kesadaran bersama agar pemerintah kelurahan turut memahami arti penting keberadaan situs-situs tersebut.
“Para lurah diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga dan melestarikan kawasan geologi di wilayah masing-masing, sehingga tidak terjadi kerusakan atau pemanfaatan yang tidak sesuai,” jelasnya.
Dia menegaskan, pengusulan Geopark Ternate memiliki visi yang lebih luas. Geopark tidak hanya menjaga warisan bumi, tetapi juga berfungsi sebagai penggerak roda ekonomi masyarakat.
“Pariwisata yang tertata akan membuka lapangan kerja baru, meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, sekaligus menyumbang pada peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD)” ujarnya.
“Pengembangan geopark tidak hanya berorientasi pada pelestarian warisan geologi dan lingkungan, tetapi juga berpotensi mendorong kemajuan sektor pariwisata serta meningkatkan perekonomian masyarakat. Kalau geopark sudah diakui secara nasional, tentunya arus kunjungan wisata akan semakin meningkat. Di sisi lain, ini juga menjadi bagian penting untuk mendorong PAD dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan geosite,” jelasnya.
Lanjutnya, proses verifikasi di lapangan juga telah dilalui dengan hasil yang menggembirakan. Tim penilai dari kementerian terkait telah berkunjung ke Ternate dan meninjau langsung kawasan yang diusulkan. Hasilnya, proses pengusulan dinilai berjalan cukup baik dan kini tinggal menunggu langkah selanjutnya.
“Tim dari kementerian sudah datang dan melakukan verifikasi langsung ke lokasi. Alhamdulillah, hasilnya cukup baik. Tinggal menunggu waktu saja untuk proses berikutnya,” ungkap Thamrin.
Dia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bekerja bersama. Dukungan tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari perguruan tinggi yang telah dilibatkan dalam tim pengusulan, hingga masyarakat luas.
“Kolaborasi semua pihak diyakini menjadi kunci agar Geopark Ternate kelak tidak sekadar berstatus sebagai kawasan lindung, melainkan menjadi aset berharga yang memberi manfaat nyata bagi generasi sekarang maupun mendatang,” pungkasnya. (wat)









