Proyek Jalan Antara Desa Saniahaya-Modapia Mangkrak,Sebagian Anggaran Rp 8,5 M Diduga Dipakai di Pilkada


SANANA – Proyek pembangunan peningkatan jalan sentra perkebunan antara Desa Saniahaya dan Desa Modapia Kecamatan Mangoli Utara Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), diduga mangkrak alias terbengkalai.

Padahal, informasi yang dihimpun media habartimur.com, jalan tersebut seharusnya jalan pasir batu (sirtu). Sayangnya, proyek yang dikerjakan oleh perusahan CV. Karya Olmita itu terlihat apa adanya, tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB). Diduga kuat, anggaran jalan yang diploting pada APBD 2024 sebesar Rp 8,5 miliar itu sebagian dipakai untuk operasional pilkada 2024 lalu.

Parahnya, hingga saat ini jalan tersebut belum bisa digunakan oleh masyarakat. Salah satu warga di Kepulauan Sula meminta namanya untuk tidak dirilis kecewa karena jalan tersebut belum bisa dinikmati masyarakat.

“Hingga saat ini masyarakat Desa Modapia kalau mau ke Desa Falabisahaya belanja kebutuhan masih menggunakan loangboat karena tidak ada akses jalan darat,” kata warga tersebut, Selasa (07/04/2026).

Diketahui, proyek pembangunan jalan penghubung dua Desa itu menggunakan APBD 2024 sebesar Rp 8,5 miliar, nilai itu muncul di LPSE dan proyek itu melekat pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR). Kemudian pemenang tender adalah perusahan CV. Karya Olmita. (at/wat)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Teras Berita